World Blood Donor Day (Hari Donor Darah Sedunia)

Setiap tanggal 14 Juni, masyarakat internasional memeringatinya sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Peringatan hari donor darah ini juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mendonorkan darah. Donor darah merupakan kegiatan yang masih dipandang mengerikan bagi sebagian orang.

Slogan yang sering didengungkan salah satunya adalah “Setetes darah Anda, nyawa bagi mereka”. Kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin akan sangat membantu PMI (Palang Merah Indonesia) dalam menyediakan kebutuhan kantong-kantong darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Beberapa kelompok masyarakat yang membutuhkan donor darah antara lain, korban bencana alam, penderita penyakit kronis (misalnya thalassemia mayor), pasien dengan perdarahan hebat, atau kondisi-kondisi medis tertentu.

Apakah semua orang boleh mendonorkan darah? Tentu ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh calon donor darah, antara lain, sehat jasmani, berat badan minimal 50 kg, berusia 17 – 65 tahun, dan lolos uji skrining sebelum donor darah (pemeriksaan kadar hemoglobin, memenuhi kriteria berdasarkan daftar pertanyaan yang diajukan, dan memenuhi kriteria tekanan darah yang dianjurkan).

Apakah calon donor dapat tertular penyakit akibat mendonorkan darah? Tidak. Seluruh perangkat yang digunakan dalam prosedur donor darah adalah baru dan steril, sehingga pendonor tidak akan tertular penyakit yang ditularkan melalui darah.

Ada beberapa jenis donor darah, tapi yang paling umum adalah jenis whole blood. Selain jenis ini, ada donor darah jenis lain, yaitu platelet apheresis, plasma apheresis, dan double red cells. Masing-masing jenis darah tersebut memiliki kegunaan masing-masing, sesuai dengan kondisi medis pasien.  Dalam satu kali donor darah tipe whole blood, umumnya tiap pendonor akan diambil satu kantong darah (250 cc). Jumlah ini aman bagi pendonor dan tidak akan mengakibatkan pendonor mengalami anemia.

Donor darah secara rutin baik untuk dilakukan, selain memberikan manfaat bagi orang lain, juga bagi diri kita sendiri. Dengan mendonorkan darah secara rutin, berarti kita juga mendapatkan pemeriksaan kondisi kesehatan kita secara rutin. Selain itu, setiap darah yang didonorkan akan menjalani proses skrining dan bila kita menghendaki, kita akan dihubungi oleh pihak PMI apabila dari uji skrining ditemukan penyakit dalam darah kita. Namun, kita juga perlu mengikuti aturan yang berlaku dalam donor darah. Persiapkan kondisi fisik secara baik, tidur dan makan yang cukup, minum air dan vitamin yang diberikan setelah donor darah, serta jangan mendonorkan darah lebih awal dari waktu yang dianjurkan oleh pihak PMI. Waktu yang dianjurkan untuk mendonorkan darah tersebut berdasarkan perhitungan medis di mana diharapkan sel-sel darah kita telah mengalami regenerasi dan secara medis aman bagi kita untuk mendonorkan darah kembali.

Selamat mendonorkan darah dan berbagi bagi sesama. Setetes darah kita, nyawa bagi mereka.

Ditulis oleh: dr. Debby K.A. Saputra
(Koordinator Klinik doctorSHARE)

-doctorSHARE clinic-

Sumber foto: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/72/Blood_bag.jpg

Referensi:

  1. http://www.redcrossblood.org/donating-blood/types-donations
  2. https://www.blood.co.uk/who-can-give-blood/
  3. http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/blood-donation/basics/definition/prc-20020069
  4. http://www.who.int/campaigns/world-blood-donor-day/2015/event/en/
  5. http://www.aabb.org/tm/donation/Pages/bdprocess.aspx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s