Mengenal Sekilas tentang Ghrelin

“Aduuh, mau makan nih, lapaaar… tadi liat di iklan ada restoran baru, menunya tampak sangat menggiurkan.”

Keputusan untuk makan dipengaruhi oleh rasa lapar atau sekedar keinginan untuk mengunyah sesuatu. Apabila kita tidak dapat membedakannya dan terus-menerus melahap makanan, tentu akan mendatangkan dampak yang kurang baik bagi tubuh kita.

Berdasarkan definisinya, lapar adalah sebuah kondisi atau rasa tidak nyaman yang timbul karena tubuh kekurangan makanan. Kata lapar menunjukkan berbagai tingkat variasi, mulai dari keinginan makan hingga mengidamkan suatu makanan.

Berbagai faktor yang memengaruhi keputusan untuk makan antara lain, rasa lapar, tampilan atau bentuk makanan yang menggoda, aroma yang memancing air liur, penataan makanan, teman saat makan, tempat dan suasana yang nyaman, aktivitas yang berlangsung, dan harga dari makanan itu tentunya.

Kita makan untuk memuaskan nafsu makan kita. Selain itu, kita makan juga dengan tujuan menenangkan emosi, merayakan keberhasilan, mengikuti tradisi dan budaya, atau hanya karena rasa makanan yang enak dan memberikan rasa nikmat tersendiri.

Para peneliti melakukan penelitian mengenai hubungan antara selera makan dengan rasa lapar selama bertahun-tahun. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya sistem tubuh ini.

Apa yang terjadi saat lapar ? Saat lambung kosong, hormon lapar akan beredar dalam darah, dalam hal ini Ghrelin, yang kemudian memberikan sinyal kepada otak, dan memberitahu kita sudah saatnya untuk makan. Kemudian sistem persarafan pada lambung akan mengirimkan sinyal kepada otak bahwa lambung sudah penuh (kenyang). Namun sinyal-sinyal ini memerlukan waktu kurang lebih sekitar 20 menit dalam proses komunikasi penyampaian pesan tersebut. Pada waktu pesan tersampaikan, ada kemungkinan bahwa tubuh kita sudah makan terlalu banyak, alias kekenyangan.

Karena itulah, penting bagi seseorang untuk mengatur waktu dan porsi makan yang sesuai dengan kebutuhannya, tidak berlebihan dan juga tidak terlalu sedikit. Bagaimana caranya ? Antara lain dengan makan teratur sebanyak 3 atau 4 kali sehari dengan porsi sesuai kebutuhan tubuh, diselingi dengan snack yang sehat diantaranya. Snack sehat ini bisa berupa buah-buahan segar atau olahan makanan yang sehat.

Dengan jadwal makan yang teratur, maka sistem persarafan di tubuh, sistem hormon, dan metabolisme dapat bekerja dengan normal dan seimbang sebagaimana mestinya.

Ditulis oleh: dr. Sianly
(Sekretaris Jenderal doctorSHARE)

-doctorSHARE clinic-

Sumber foto: https://jayfarziels.files.wordpress.com/

*db*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s