Hari Air Sedunia

Tidak bisa dipungkiri, air merupakan kebutuhan hidup manusia yang sangat vital. Bahkan, sekitar 60-70% dari tubuh kita terdiri dari air. Maka, tidak berlebihan bila ada slogan yang kerap didengungkan, “Air adalah sumber kehidupan”.

Kebutuhan air yang paling nyata adalah untuk minum. Tentu banyak orang sudah akrab dengan istilah dehidrasi, kondisi di mana orang kekurangan cairan dalam tubuhnya. Kondisi ini dapat dipicu oleh pengeluaran cairan yang lebih banyak daripada cairan yang masuk ke tubuh. Kondisi yang berisiko menyebabkan tubuh dehidrasi antara lain, diare, olahraga berat, cuaca yang sangat panas, ataupun demam.

Tubuh kita memerlukan kurang lebih delapan gelas air per hari. Kebutuhan akan air tersebut dapat meningkat pada wanita yang sedang hamil atau menyusui dan juga mereka yang berada dalam kondisi yang berisiko mengalami dehidrasi. Hal paling sederhana yang bisa dilihat adalah kondisi air seni atau urine kita. Itu mengapa dokter seringkali menanyakan frekuensi atau warna urine Anda ketika Anda mengalami diare, muntah hebat, ataupun demam.

Menyadari pentingnya air dalam hidup ini, bisakah Anda membayangkan hidup tanpa air? Tentu tidak.

Namun, faktanya masih banyak daerah yang kesulitan untuk mendapatkan sumber air bersih. Tidak perlu jauh-jauh menunjuk ke Ethiopia, yang ada di Benua Afrika sana, cukuplah kita melihat kondisi saudara-saudara kita yang berada di beberapa kawasan Maluku dan Papua. Mereka seringkali masih mengandalkan penampungan air hujan sebagai satu-satunya sumber air bersih. Kondisi yang sungguh kontras dengan apa yang kita hadapi sehari-hari di kota-kota di Pulau Jawa. Air bersih bisa kita dapatkan cukup dengan memutar keran air atau membeli air mineral di swalayan. Suatu kemewahan yang tidak dapat kita peroleh di daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Bila tidak menampung air hujan, seringkali mereka harus mengangkut air dari sumber air yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka. Mereka mengangkut air dengan memikul ember ataupun jerigen. Air yang bisa kita dapatkan dengan mudah di kota, terasa begitu berharga di daerah mereka. Air hujan biasanya mereka gunakan untuk minum dan memasak, sementara air sumur atau air sungai, mereka gunakan untuk keperluan yang lain, seperti mandi dan mencuci. Terbatasnya sumber air bersih ini menjadi salah satu alasan tingginya kejadian penyakit kulit di daerah-daerah ini. Ketika musim kering tiba, tak jarang pula angka kejadian diare meningkat karena sumber air minum yang kurang layak.

Perjuangan saudara-saudara kita untuk mendapatkan air bersih sudah selayaknya kita renungkan pada hari ini. Sudahkah kita menghargai kenikmatan dan kemudahan yang kita punya hari ini? Bahwa setiap pancaran air yang kita biarkan terbuang sia-sia itu sesungguhnya begitu berharga bagi saudara-saudara kita di sana.

Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan tubuh kita dengan mengonsumsi air yang cukup serta tidak lupa untuk lebih bijak dalam menggunakan air yang ada.

Sudah berapa banyakkah air yang Anda minum hari ini?

Ditulis oleh: dr. Debby K.A. Saputra
(Koordinator Klinik doctorSHARE)

-doctorSHARE clinic-

sumber foto: http://reachingutopia.com/

*db*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s