Bila Fungsi Seksual Terganggu, Konsultasikanlah!

Disfungsi seksual pada pria merupakan gambaran dari ketidakmampuan mendapatkan kepuasan dalam hubungan seksual. Masalah muncul pada ereksi, ejakulasi, atau orgasme.

Ejakulasi terbagi menjadi beberapa jenis yaitu ejakulasi yang terlalu cepat sebelum diharapkan yang bersangkutan (ejakulasi dini), ejakulasi terlambat atau ejakulasi yang tertunda selama aktivitas seksual, ejakulasi arah terbalik dimana cairan sperma berbalik hingga sperma tidak keluar melalui saluran alat kelamin melainkan ke dalam kandung kencing, dan anorgasmia (ketidakmampuan mencapai orgasme).

Pada sebuah survei yang dilakukan terhadap pria berusia 40 – 70 tahun, 52% mengalami gangguan ejakulasi dari berbagai derajat di antaranya 17% ringan, 25% sedang dan 10% berat. Diketahui pula pada pria di atas 65 tahun, sebanyak 70%-nya masih aktif berhubungan seksual dimana 40%-nya mengalami ketidakpuasan dalam hubungan seksual mereka.

Gangguan ejakulasi sering terjadi pada pasien yang mempunyai penyakit darah tinggi, peningkatan kadar lemak dalam darah, sakit jantung, dan akan meningkat tiga kali lipat pada penderita kencing manis. Resiko gangguan ejakuasi juga meningkat bila pria tersebut juga adalah seorang perokok.

Kondisi psikologis atau kejiwaan seseorang seperti adanya kekhawatiran akan penampilan yang tidak memuaskan saat berhubungan dengan pasangan, depresi, kurangnya gairah dalam hubungan seksual maupun adanya hubungan yang tidak baik dengan pasangan juga menyebabkan atau memperburuk gangguan ejakulasi. Namun memang fungsi seksual secara normal akan menurun secara progresif pada seorang pria sehat yang mengalami penuaan.

Berbagai pilihan pengobatan dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan ejakulasi mulai dari sekedar konsultasi pada dokter, minum obat-obatan, hingga tindakan operasi. Semua pilihan pengobatan bergantung pada penyebab ejakulasi yang mendasarinya.

Perlu juga untuk diperhatikan bila pria tersebut sedang menjalani pengobatan atau bila dalam masa pengobatan tersebut terjadi suatu gangguan dalam kehidupan seksualnya maka sebaiknya diinformasikan kepada dokter yang memberikan pengobatan agar mendapat tindak lanjut.

Gaya hidup sehat seperti olahraga yang teratur, makan makanan yang sehat, berhenti merokok, dan pembatasan dari penggunaan alkohol juga dapat mengurangi resiko terjadinya gangguan pada ejakulasi. Konsultasi yang dilakukan pasangan yang sedang mengalami masalah dalam hubungannya juga sangat membantu untuk mendapatkan rencana pengobatan dan hasil yang sukses.

Ditulis oleh: dr. Karnel Singh
(Volunteer doctorSHARE. Dokter pascaPTT di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara Barat)

-doctorSHARE clinic-

Sumber foto: http://www.thedoctorstv.com

*db*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s